Tampilkan postingan dengan label Koleksi Puisi Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koleksi Puisi Renungan. Tampilkan semua postingan

Sebuah Pengorbanan


Ketika sebuah tanya bergelora
Kucoba tuk merayap dalam gelap

Yang ada hanya sesal
Yang ada hanya kesal

Kucoba menggapai sebuah rasa
Rasa yang nyaris dimiliki semua insan
Rasa dimiliki dan memiliki
Tetapi hanya kehampaan yang membahana

Dalam himpitan rasa akhirnya kutemukan
Ternyata......

Tak ada gunanya kumencari sesuatu yang tak pasti
Karena aku menyadari
Bahwa :
Keberadaanku dalam pemenuhan kebutuhan yang lainnya
Bahwa :
Keberadaanku menghasilkan keberadaan yang lainnya
Bahwa :
Keberadaanku merupakan akhir dari suatu perjalanan
Dan yang pasti
Keberadaanku merupakan sebuah langkah lain untuk perjalanan lebih jauh lagi

Nasib


Kucoba kembali merangkai untaian syair
Walau muara jiwa telah kering tak lagi mengalir
Dalam perjalanan hidup yang kian getir...
Berdebu buram bagai kehidupan sang musyapir

Gerah...
Tanpa tetesan embun dipucuk basah.....
Resah...
Kaki terpincang berat melangkah..........

Sesungguhnyalah...!
Kata-kataku telah rapuh tak lagi indah merayu
Senandung laguku tak lagi mengalun syahdu
Serulingku tak lagi merindui rumpun bambu
Sumbang..., bagai terompet tak memadu

Namun sekalipun begitu...
Tuntutan jiwa yang kian meronta tak bisa kujinakkan
Berdentam-dentam bagai suara dentuman tetabuhan
Menuntun hatiku yang kian lemah dalam kelelahan
Walau suara serak tapi syair ini terpaksa kujeritkan

Itulah nasib sang penyair...
Sama halnya dengan sang musyafir...

Merenungi Kata Cinta


Cintaaa,,,
satu kata yang sulit buat di pahami,
kadang kita hanya mudah mengucapkan,

tapi sulit memaknai,
mudah memberi,
tapi sulit mengikhlaskan,
mudah berkomitmen,
tapi mudah juga melupakan
terlalu naif buat kita mengucapkan cinta

jika kita belum bisa mencintai diri kita sendiri
dan bisa meminimalisir keadaan jika ada konflik
jika boleh jujur,,,, aku belum berani mengatakan cintaika aku belum bisa membuatmu
tersenyum,

tapi yang pasti rasa sayang dan perhatian
tidak akan pernah hilang sampai aku dah siap mengatakan

"Aku mencintaimu dan akan menjadi pendampingmu,
 sampai akhir hayat ku"

Bisikan Manjamu


Walau kehidupan sudah terlena
Napas-nafas lembut berbisik manja
suara dengkur beradu dengan suara katak di pinggir rawa
Namun di sudut malam ini aku masih terjaga Berbagai nostalgia kembali menggelitik
Canda tawamu menggema dan berbisik

Duhai kanda!
Biarkan jiwaku dengan jiwamu mengembara.
Memadukan khayal dalam gelora cinta.
Terbangkan aku dengan sayap-sayap cintamu

menuju nirwana,
bertaman asmara bermandikan cahaya purnama,
sebagai puncak nikmatnya khayal dalam nyata.
Peluk dan dekap aku denga jwamu. 
 
Belai manja aku dengan kasih sayangmu. 
Mari kita minum anggur cinta yang diperas 
dari buah kerinduan ini seperti raja dengan permaisurinya. 
Biarkan mahkluk lainnya tidur dalam lelahnya. 
Smentara kita terjaga dalam buaian gelora asmara cnta. 
Cuma kita, berdua,,,, untuk selamanya."

Sampai seprtiga malam ini aku masih terjaga, 
tapi jiwa larut di alam maya.

Malamku


Udara malam ini terasa begitu hangat
Bulan sabit di langit mengajakku tuk hening sesaat
begitu elok membias di mata
Mengingatkanku pada sosokmu itu

Terdiam ku disini,, menekur diri
Menyanyi tanpa kata kata
Hanya diam sesekali tersenyum
Ketika ingat senyummu, candamu, tawamu
dan caramu berbicara menggoda hatiku menari di fikiranku,,
Aku rindu itu...

Kini malamku tak lagi senyum
Ku hanya bisa hadirkan rinduku untuk mengingatmu

Dalam pintalan do'a yg terucap
Ku berucap syukur telah mengenal sosok
sepertimu...

Rasa Yang Terpendam


Walaupun kiranya duniaku telah dialihkan
ke alam barzah
begitu juga duniamu

diam-diam aku
Akan tetap mengarahkan rasa ini ke arahmu
karena rasa yang ku tanggung
adalah rasa yang sejati

yang tak berani ku ungkapkan
Sekalipun kau tidak pernah merasakannyarasa yang terkubur bersama ajalku

Luas-nya Samudera Jiwa


Mereka berbantahan tentang syair-syair laguku
Aku berkata itu adalah rahasia kedalaman Qalbu
Bagai gendang yang bertalu-talu
Air berkecupak diantara batu-batu

Syair merupakan buah dari pohon jiwa
Baik ia meranggas atau rimbun berbunga
Ia tak bisa ditukar dengan rupiah
Juga dinilai dengan angka harpiahWajar apa adanya...
Seperti tangisan langit ketika alam resah gelisah
Senyuman mentari tatkala bumi subur basah
Ikhlas....

Biarkan hati yang bicara
Walau bicara tanpa aksara
Senyap, bukan tanpa warna
Kedap, bukan juga tanpa makna

Mengalir dan mengalir deras
Lalu bermuara dilautan lepas
Samudera jiwa tak pernah kering kata-kata
Sekalipun ia kering kerontang haus dahaga
Selamanya.......

Tak Seindah Yang Kuharapkan


Dikau adalah intan permata
Kemilau sinarmu indah dipandang mata
Sedang aku hanyalah temaram lentera desa
Yang sinarnya terbatas pada ruang pandang

Aku tak memiliki apa yang kau miliki
Dan aku pun tak seindah yang kau harapkan

Tapi dalam keterbatasanku ini
Aku memiliki sesuatu yang tak semua orang bisa memilikinya
Aku punya rasa yang tak semua orang 
mampu merasakan rasa yang sepertiku

Rasaku biarkan memelukmu selalu
Bagai rantai mata hati yang kan terus
mengikatmu dari zaman ke zaman

Menangis Merenungi Masa Lalu


Saat merenung masa lalu
Aku merasa sedih dan perih

Masa lalu ku begitu cepat untuk dijalankan
Setiap mengingat masa lalu hati ku perih dan mata ku menangis

Sangat di sayangkan kehidupan ku di lalui dengan begitu cepat
Secepat bumi berputar dgn porosnya

Umurku semaking bertambah karena umur dan dosa berkaitan satu dengan yang lain
Tidak bisa dipisahkan antara manusia dengan Tuhannya karena satu sama lain saling membuthkan……

Template by:

Free Blog Templates